Minggu, 13 November 2022

Koneksi antar materi

Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi 

   Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik dan gaya belajar yang berbeda, sehingga dalam pembelajaran guru hendaknya menggunakan media dan metode pembelajaran yang bervariasi. Pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan mencapai hasil belajar yang optimal. Pembelajaran yang dilakukan guru dikelas dapat diukur dari keberhasilan murid dalam mencapai tujuan pembelajaran melalui proses pembelajaran yang dilakukan dalam pembelajaran berdiferensiasi, dimana dalam melakukan pembelajaran guru harus melihat kebutuhan belajar murid. Kebutuhan belajar murid dilihat berdasarkan tiga aspek, yaitu ;

Kesiapan Belajar Murid ; Tomlinson (2001;46) mengatakan bahwa merancang pembelajaran mirip dengan menggunakan tombol equalizer pada stereo atau pemutar CD. Untuk menghasilkan pembelajaran yang baik, saat mengajar guru hendaknya menyesuaikan "tombol" equalizer dengan tepat untuk berbagi kebutuhan murid.

Minat Murid ; Menurut Tomlinson (2001:53) minat merupakan suatu keadaan mental yang menghasilkan respons terarah kepada situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri. Dalam pembelajaran berdiferensiasi guru hendaknya memperhatikan minat murid, karena minat adalah salah satu motivator penting bagi murid untuk dapat terlibat dalam proses pembelajaran. Dengan memahami minat murid akan membantu guru agar proses pembelajaran tersebut dapat berjalan sesuai harapan. 

Profil Belajar Murid ; Faktor-faktor yang terkait dengan profil belajar murid yaitu lingkunagn belajar, pengaruh budaya, gaya belajar murid dan kecerdasan majemuk.

Pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal, karena guru melaksanakan pembelajaran selain mempertimbangkan  kebutuhan belajar murid, dalam pembelajaran berdiferensiasi guru juga melakukan  strategi yaitu:
  • Diferensiasi konten ; Berhubungan dengan media pembelajaran yang akan guru berikan kepada murid terkait dengan kebutuhan belajar murid seperti kesiapan belajar, minat belajar dan juga profil belajar murid.
  • Diferensiasi proses ; Berhubungan dengan kegiatan belajar yang dilakukan guru,  bagaimana murid akan merespon setiap kegiatan yang terjadi dalam proses pembelajaran, memaknai materi yang akan dipelajari baik secara mandiri atau kelompok, dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan gaya belajar siswa yang berbeda-beda.
  • Diferensiasi Produk ; Berupa tagihan atau hasil pekerjaaan siswa dengan membebaskan siswa menyelesaikan dan memasukan tagihan berdasarkan minat mereka masing-masing.
Pembelajaran berdiferensiasi dengan  mengakomodir kebutuhan murid yang memiliki minat dan gaya belajar berbeda-beda, hal ini sesuai dengan filosofi pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara bahwa guru menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dalam menuntun murid, guru hendaknya memperhatikan kebutuhan dan minat murid sehingga anak dapat belajar dengan aman, nyaman dan bahagia agar tercipta pendidikan yang berpusat pada murid.
Pembelajaran berdiferensiasi juga tidak lepas dari peran guru sebagai pemimpin pembelajaran untuk menanamkan budaya positif pada diri siswa melalui kesepakatan keyakinan kelas yang dilakukan guru dan murid. Intinya pembelajaran berdiferiansiasi dilakukan agar murid mencapai pembelajaran yang optimal.

Sabtu, 05 November 2022

Berbagi Aksi Nyata Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 6

AKSI NYATA PENDIDIKAN GURU PENGGERAK


Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 6, kurang lebih dua bulan telah di ikuti oleh Calon Guru Penggerak. Banyak hal yang telah di lalui, dan banyak ilmu yang telah didapatkan. Alur MERDEKA menjadi ruang Calon Guru Penggerak untuk mengeksplor ilmu dan ruang berbagi antara Calon Guru Penggerak dengan Instruktur Fasilitator, dan juga para Calon Guru Penggerak yang lain. Dan salah satu alur yang menjadi implementasi CGP dalam penerapan materi yang telah didapatkan adalah alur aksi nyata pada modul 1.1 sampai pada alur modul 1.4  

AKSI NYATA MODUL 1.1
Aksi nyata yang saya lakukan  setelah mengikuti dan memahami modul 1.1 ini yaitu saya sudah mengimplementasikan tentang penerapan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan yang menuntun murid sesuai kodrat alam dan kodrat zaman untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya di kelas saya.



AKSI NYATA MODUL 1.2
Menjadi guru penggerak yang memiliki nilai dan peran agar dapat mengembangkan sekolah dan membawa perubahan positif bagi sekolah

AKSI NYATA MODUL 1.3
Membuat satu Visi yang dapat menjadi program sekolah kedepannya, untuk menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid dan  pemimpin masa depan.

AKSI NYATA MODUL 1.4

Salah satu tanggung jawab seorang guru adalah bagaimana menciptakan suatu lingkungan positif yang terdiri dari warga sekolah yang saling mendukung, saling belajar, saling bekerja sama sehingga tercipta kebiasaan-kebiasaan bai, dari kebiasaan-kebiasaan baik akan tumbuh menjadi karakter-karakter baik warga sekolah, dan pada akhirnya karakter-karakter dari kebiasaan-kebiasaan baik akan membentuk sebuah budaya positif.


SASRASI : Inovasi Menuju Generasi Sehat di SD Negeri 21 Paguyaman

Paguyaman, Boalemo – Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang sejak dini, SD Negeri 21 Paguyaman telah menginisiasi ...