Senin, 20 Januari 2025

SASRASI : Inovasi Menuju Generasi Sehat di SD Negeri 21 Paguyaman

Paguyaman, Boalemo – Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang sejak dini, SD Negeri 21 Paguyaman telah menginisiasi program menarik bernama SASRASI (Sehat Asik Seru Ragam NutriSI). Program yang dilaksanakan setiap hari Senin ini berhasil memotivasi siswa untuk mengadopsi gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi yang mencakup menu empat sehat lima sempurna.

"Tubuh yang sehat adalah rumah bagi pikiran yang cerdas, Berikan anakmu nutrisi terbaik agar ia bisa belajar dengan maksimal ", begitu kira kira kalimat yang memotivasi saya dan juga teman teman guru di SD Negeri 21 Paguyaman sehingga program sarapan sehat bersama ini terwujud, jauuuuuuhh sebelum pemerintah menggaungkan program makan siang gratis.

Lebih dari Sekadar Makan

SASRASI bukan hanya sekedar program makan-makan biasa. Program ini dirancang dengan tujuan yang lebih luas, yaitu:

Meningkatkan kesadaran gizi: Melalui berbagai kegiatan edukatif, siswa diajarkan tentang pentingnya mengonsumsi makanan bergizi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan yang optimal

Membentuk kebiasaan makan sehat: Dengan melibatkan orang tua dalam sosialisasi program sekolah SASRASI diharapkan terbentuk kebiasaan makan sehat yang akan terus terbawa hingga dewasa.

Menumbuhkan semangat kebersamaan: Kegiatan makan bersama dalam program SASRASI menciptakan suasana yang menyenangkan dan mempererat hubungan antar siswa.

Implementasi program SASRASI

Program SASRASI dilaksanakan secara terstruktur dan melibatkan semua pihak. Program SASRASI di gagas dalam penyusunan KSP yang melibatkan pemangku kepentingan seperti pemerintah desa, komite sekolah, orang tua siswa, siswa SD Negeri 21 Paguyaman, serta guru-guru dan di sosialisasikan kembali kepada seluruh orangtua dalam rapat sosialisai KSP SD Negeri 21 Paguyaman.

 

Implementasi program SASRASI

Program SASRASI dilaksanakan secara terstruktur dan melibatkan semua pihak. Program SASRASI di gagas dalam penyusunan KSP yang melibatkan pemangku kepentingan seperti pemerintah desa, komite sekolah, orang tua siswa, siswa SD Negeri 21 Paguyaman, serta guru-guru dan di sosialisasikan kembali kepada seluruh orangtua dalam rapat sosialisai KSP SD Negeri 21 Paguyaman. Program SASRASI mulai dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2025 dan diberlakukan bagi seluruh siswa SD Negeri 21 Paguyaman kelas satu sampai dengan kelas enam.


Siapa yang akan menyangka  jika hari senin adalah hari yang paling dinantikan oleh siswa-siswi SD Negeri 21 Paguyaman, dengan adanya program SASRASI setelah kegiatan upacara siswa siswi terlihat antusias mempersiapkan bekal mereka masing masing dan dibawa menuju selasar sekolah. dengan di pandu oleh perwalian masing-masing siswa duduk tertib. sebelum kegiatan makan di mulai, masing masing wali kelas melakukan penilaian terhadap menu makanan yang di bawa oleh siswa dengan menggunakan rubrik penilaian gizi makanan.

 Tantangan dan Solusi

Meskipun telah berhasil, program SASRASI juga menghadapi beberapa tantangan, seperti:

Perbedaan kondisi ekonomi: Tidak semua siswa memiliki akses yang sama terhadap makanan bergizi. Kondisi ekonomi orang tua siswa SD Negeri 21 Paguyaman yang mayoritas sebagai petani dan buruh pabrik tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kami dalam mewujudkan program SASRASI ini, di awal pelaksanaan program sebagian besar siswa yang membawa menu makanan seadanya hanya ikan dan nasi walaupun ada beberapa siswa yang membawa menu lengkap bergizi yang meliputi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, serat, vitamin dan mineral. 

Minat makan yang berbeda-beda: Setiap siswa memiliki preferensi makanan yang berbeda-beda.

Dalam evaluasi program SASRASI, ditemukan bahwa tidak semua siswa membawa menu yang mengandung serat dan vitamin. Melihat hal ini, para guru berinisiatif untuk menyediakan sayur yang dimasak secara bergantian setiap hari Senin dan di bagikan kepada siswa . Langkah ini tidak hanya memastikan bahwa semua siswa mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan makan sayur dan buah sejak dini. Dengan adanya contoh nyata dari para guru, semakin banyak siswa yang mulai tertarik pada buah dan sayuran hijau, wortel, serta berbagai jenis sayuran lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan program SASRASI tidak hanya bergantung pada kegiatan yang terstruktur, tetapi juga pada kolaborasi antara orang tua, guru dan siswa dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kebiasaan makan sehat. Adapun dana yang di dapatkan dari pengadaan sayur dan buah ini berasal dari dana infaq guru dan siswa yang dikumpul setiap hari jum’at selain untuk biaya pembelian sayur dan buah, dana infaq di gunakan untuk pembelian makanan ringan bagi jamaah masjid yang ada di sekitar lingkungan sekolah yang melaksanakan sholat jum’at dan ini juga merupakan salah satu dari beberapa program sekolah.



Indra Tuna, S.Pd
Team XX1, 
Januari 2025

1 komentar:

  1. Program bermanfaat. Sejalan dengan Program Makan Sehat dan Bergizinya Pak @Prabowo Sang Macan Asia.
    Bu Kesep sudah memulai, sebelum presiden dilantik. Ditunggu inovasi lainnya, ya
    Sukses selalu

    BalasHapus

SASRASI : Inovasi Menuju Generasi Sehat di SD Negeri 21 Paguyaman

Paguyaman, Boalemo – Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang sejak dini, SD Negeri 21 Paguyaman telah menginisiasi ...